Pemijahan Udang
Proses pemijahan udang dilakukan dengan cara alami. Pemijahan terjadi pada bak semen dengan pada tebar 4 ekor/m2. Perbandingan induk jantan dan betina 1 : 3. Dalam pemijahan udang, air yang digunakan harus memiliki kadar garam 12 ppt.
Langkah-langkah dalam proses pemijahan udang adalah :
- Persiapkan induk yang baik, sehat dan tidak cacat
- Air yang akan digunakan harus memiliki kadar garam 12 ppt
- Pasang waring dalam bak untuk mempermudah proses pemijahan dan pengangkatan induk
- Kedalaman bak 50 cm
- Perbandingan induk adalah 1:3
- Masukkan induk jantan dan induk betina kedalam waring yang sudah tersedia dalam bak
- Biarkan udang melakukan pemijahan
- Setelah beberapa hari udang akan menghasilkan larva dan larva tersebut akan banyak bertaburan di dalam bak
- Angkat induk jantan dan betina
- Beri aerasi kedalam bak perawatan larva tersebut
3. Persiapan Kultur Artemia
Sebelum dilakukan proses pemijahan udang sebaiknya pakan untuk udang harus dipersiapkan juga yang berupa artemia. Artemia yang digunakan adalah artemia kalengan yang tinggal diolah atau ditetaskan. Ada beberapa langkah dalam penetesan artemia :
a. Dekapsulasi
Dekapsulasi merupakan suatu proses untuk menghilangkan lapisan terluar dari kista artemia yang keras. Bahan-bahan yang digunakan dalam proses dekapsulasi adalah
Tahap-tahap dalam proses dekapsulasi
1. Takar dulu artemia yg akan ditetaskan.biasanya untuk sekali pakan untuk larva berjumlah kurang lebih 5000 ekor kista artemia yg kita butuhkan adalah 5gram.
2. Sediakan air dengan salinitas yg berkisar antara 25-28ppt (jika akan menggunakan garam jangan garam yg beryodium)
3. Masukkan kista artemia ke wadah yg berisi air tawar.pada proses ini akan terlihat kista artemia yg rusak atau tidak akan bisa menetas (scum) yg ditandai dengan mengambangnya kista tersebut.
4. Buang scum tersebut lalu ambil kista yg masih bagus. kita bisa membuat wadah penetasan sendiri dari gallon aqua (jika akan menetaskan dalam jumlah banyak atau botol aqua.caranya potong bagian bawah botol aqua besar lalu lubangi bagian tutupnya dan masukkan selang aerasi.posisi botol jadi seperti corong minyak (bagian tutup di bawah).
5. Sambungkan selang aerasi dengan aerator,pastikan debit buble mencukupi untuk mengaduk air dalam wadah.
6. Lalu masukkan kista artemia yg bagus tadi kedalam wadah,jangan lupa kisaran salinitas airnya.
7. Kista artemia akan menetas setelah 18-24 jam.
8. Jika anda ingin memanen artemia saja maka harus menggunakan planktonet.tapi rata-rata ikan air tawar tidak terlalu bermasalah jika artemia diberikan beserta sedikit air penetasannya.
4. Pengamatan Larva Udang
Pengamatan ini bertujuan untuk melihat perkembangan larva udang dari waktu ke waktu. Pengamatan menggunakan mikroskop dan dilakukan beberapa jam sekali setelah larva menetas. Langkah-langkah dalam pengamatan :
a. Ambil sampel dari bak yang berisi larva dari udang
b. Bawa sampel tersebut ke Laboratorium
c. Ambil larva dan letakkan pada kaca preparat
d. Kemudian amati organ-organ pada udang karena setiap jam organ-organ akan berubah atau menjadi lebih sempurna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar