1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pelet merupakan pakan buatan yang sangat dibutuhkan sebagai makanan pokok bagi ikan yang dibudadaya. Pelet banyak digunakan oleh petani ikan karena kadar nutrisi dalam pelet beragam dan ukurannya juga beragam sesuai untuk jenis ikan dan ukuran ikan.
Pelet dibuat menggunakan bahan-bahan yang aman bagi ikan, pembuat pakan, dan lingkungan yang umumnya terdiri dari tepung kedelai, tepung jangung, tepung udang, bungkil kelapa, tepung terigu, serta bahan-bahan tambahan lain yang berguna untuk menambah kadar nutrisi dalam pelet tersebut.
Ada beberapa alasan kenapa banyak petani menggunakan pelet untuk ikan mereka antara lain :
1. Kadar nutrisi dalam pelet yang dapat disesuaikan untuk jenis ikan
2. Ketersediaanya yang banyak
3. Tahan lama
4. Ukuran pelet yang dapat disesuaikan dengan bukaan mulut ikan
5. Dapat dihitung jumlah pemberiannya pada ikan sehingga pakan tidak mubazir
1.2 Tujuan
- Untuk mengetahui teknik pembuatan pakan
- Untuk mengetahui bahan-bahan pembuat pakan
- Untuk mengetahui cara menghitung komposisi pakan serta nutrisi yang terkadnung dalam pelet
1.3 Manfaat
- Mendapatkan keterampilan dalam teknik pembuatan pelet beserta teknik penghitungan nutrisi dan komposisi dalam pelet.
1.4 Waktu dan Tempat
Praktikum dilakukan pada tanggal 18-21 Mei 2010 yang dilakukan di Laboratorium Dasar Perikanan Politeknik Negeri Pontianak.
2. PROSEDUR PRAKTIKUM
2.1 Menyusun Formulasi Pakan
2.1.1 Alat dan Bahan :
a. Alat
- Kertas
- Kalkulator
- Spidol
- Witheboard
b. Bahan
- Dedak Halus (12,5% protein)
- Kedelai (39,6% protein)
- Jagung (8,9% protein)
- Bungkil Kelapa (17,09% protein)
- Terigu (12,2% protein)
- Terasi
- 1% Vitamin dan Mineral (0% protein)
2.1.2 Prosedur Pelaksanaan
a. Hitunglah kebutuhan masing-masing bahan dengan menggunakan metode aljabar atau segi empat person bila kadar protein yang akan dibuat adalah :
- Pakan ikan nila dengan kadar protein 19%-22%
- Pakan ikan banding dengan kadar protein 16%-18%
b. Laporkan hasil perhitungan formulasi pakan yang telah saudara susun
2.2 Membuat Pakan Ikan Nila dan Bandeng
2.2.1 Alat dan Bahan
a. Alat
- Mesin Penepung
- Mesin Pengaduk
- Mesin Pencetak
- Oven Pengering
b. Bahan
- Dedak Halus (12,5% protein)
- Kedelai (39,6% protein)
- Jagung (8,9% protein)
- Bungkil Kelapa (17,09% protein)
- Terigu (12,2% protein)
- Terasi
- 1% Vitamin dan Mineral (0% protein)
- Air Panas
2.2.2 Posedur Pelaksanaan
a. Pembuat tepung
- Bahan-bahan yang masih kasar atau berbentuk butiran terlebih dahulu dihaluskan dengan menggunakan mesin tepung
- Setiap bahan diletakkan pada wadah yangterpisah
b. Penimbang
Bahan-bahan yang akan digunkan untuk ditimbang sesuai dengan kebutuhan atau takaran yang telah ditetapkan
c. Pengadukan
- Bahan-bahan yang ditimbang dicampurkan sambil diaduk secara pelan-pelan hingga merata
- Setela semua bahan tercampyr merata, larutkan terasri pada air panas yang telah disediakan
- Kemudian campurkan larutan perlahan-lahan kecampuran bahan sambil terus diaduk hingga merata
- Larutan digunakan secukupnya
d. Pencetakkan
- Adonan yang telah homogen siap untuk dicetak
- Masukkan adonan sedikit demi sedikit kealam mesin pencetak
- Kemudian pelet yang sudah jadi ditampung dengan loyang
e. Pengeringan
· Pelet yang sudah jadi segera dijemur dibawah matahari
· Bila belum kering karena hujan dan atau malam hari pelet disimpan pada oven yang dilengkapi blower agar tidak berjamur
· Keesokan harinya pelet dijemur kembali
· Pastikan pelet benar-benar kering, pelet yang kering mangandung kadar air tidak lebih dari 10 %
· Bila sudah kering, pelet didinginkan suhu kamar
· Setelah dingin, pelet disimpan kedalam wadah penyimpanan atau langsung diberikan pada ikan
3. Hasil dan Pembahasan
3.1 Penyusunan Formulasi
a. Kebutuhan Protein 17 % untuk ikan banding
Target protein 17% = 17 / 100 x 1000 = 170 gram
Sumber protein
- Tepung kedelai = 39, 60 %
- Bungkil kelapa = 17, 09 %
- Jumlah = 56, 69 % / 2 = 28, 35 %
Sumber energi
- Dedak halus = 2, 50 %
- Tepung jagung = 8, 90 %
- Jumlah = 21, 40 % / 23 10, 70 %
Bahan yang ditetapkan
- Tepung terigu = 5 % x 1000gr = 50 gr
- Vitamin = 1 % x 1000gr = 10 gr
Protein yang ditetapkan
12, 20 % x 50 gr = 6,1 gr
> 170 – 6, 1 = 163,9 gr
Target protein = 163, 9 / 1000 x 100 = 16, 39 %
|
Jumlah = 11, 96 + 5, 69 = 17, 65Sumber Energi
· Dedak Halus = 11, 96 / 17, 65 x 100 = 67, 76 %
· Tepung Jagung = 11, 96 / 17, 65 x 100 = 67, 76 %
Sumber Protein
- Tepung Kedelai = 5, 69 / 17, 65 x 100 = 32, 21 %
- Bungkil Kelapa = 5, 69 / 17, 65 x 100 = 32, 21 %
Dedak Halus = 67, 76 / 2 x 940 / 100 = 318, 47
Tepung Jagung = 67, 76 / 2 x 940 / 100 = 318, 47
Tepung Kedelai = 32, 21 / 2 x 940 / 100 = 151, 53
Bungkil Kelapa = 32, 21 / 2 x 940 / 100 = 151, 53
| Bahan | Bobot | % Protein | Bobot Protein |
| Dedak Halus | 318, 47 | 12, 50 | 4, 23 % |
| Tepung Jagung | 318, 47 | 8, 90 | 3, 01 % |
| Tepung Kedelai | 151, 53 | 39, 60 | 6, 40 % |
| Bungkil Kelapa | 151, 53 | 17, 09 | 2, 75 % |
| Tepung Terigu | 50 | 12, 20 | 0,61 % |
| Vitamin | 10 | | 0 % |
| Jumlah | 1000 gr | | 17 % |
3. 2 Pembuatan Pelet
Proses Pembuatan pelet dengan kebutuhan protein 17 % :
- Haluskan semua bahan sampai benar-benar halus menggunakan mesin penepung, semakin halus bahan maka semakin kuat daya rekat akan kuat, padat dan kualitas pelet akan baik.
- Setelah semua bahan benar-benar halus, ambil bahan sesuai dengan takaran yang sudah dihitung sebelumnya.
- Campur semua bahan yang sudah halus dan sesuai takaran kedalam wadah atau ember, aduk bahan-bahan sampai semua bahan tercampur rata, setelah itu campur bahan-bahan tersebut dengan air rebusan terasi sebanyak 150 ml dan vitamin sebanyak satu tutup botol sampai semua bahan bisa dikepal dan mudah hancur. Adonan tidak boleh terlalu banyak air atau basah karena akan susah untuk dicetak.
- Setelah adonan siap, tahap selanjutnya adalah memasukkan adonan kemesin pencetak pelet sedikit demi sedikit.
- Pelet yang sudah jadi, kemudian diberi label sesuai dengan kebutuhan protein dan didinginkan, setelah dingin pelet dimasukkan kedalam oven untuk mencegah jamur dan mempercepat proses pengeringan nanti
- Setelah itu masuk dalam proses pengeringan, pelet dikeluarkan dari oven dan dijemur diterik sinar matahari sampai benar-benar kering. Lama pengeringan tergantung dari cuaca atau panas sinar matahari.
- Setelah pelet dijemur dan benar-benar kering, pelet kemudian diangin-anginkan dan kemudian di packing.
4. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
- Dalam pembuatan pelet perhitungan komposisi dan nutrisi sangatlah perlu, agar pelet terserbut dapat dikonsumsi ikan dengan kadar nutrisi yang sesuai untuk kehidupan ikan.
- Proses penghalusan dan pengayakan harus dilakukan pada bahan-bahan pokok pembuatan pelet agar kualitas pelet tersebut baik karena semakin halus bahan-bahan maka semakin bagus pula kualitas dan dalam proses pengeringan akan memakan waktu cepat.
- Pencampuran bahan-bahan harus sesuai dengan hitungan yang sudah didapat sebelum proses pembuatan pelet.
- Pemberian terasi sebagai aroma untuk pelet di berikan sesuai takaran dan sesuai dengan jenis ikan yang memakannya.
- Setelah pelet jadi, pelet di simpan dalam oven untuk menghindari jamur.
- Penjemuran pelet dilakukan pada saat sinar matahari terik sehingga proses pengeringan tidak memakan waktu yang lama.
- Setelah pelet benar-benar kering, pelet harus diangin-anginkan dan segera di packetkan.
4.2 Saran
- Dalam proses penepungan seharusnya alat yang digunakan di bersihkan dan dibetulkan agar proses penepungan dapat dilakukan dengan cepat.
- Gunakan bahan-bahan yang berkualitas serta aman bagi lingkungan, ikan, dan pembuat pelet.
- Penjemuran harus dilakukan pada saat sinar matahari sedang terik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar